Senin, 10 Desember 2018

Pentingnya Orang Tua Mengetahui Perubahan Fase Perilaku Pada Anak


         Manusia pada dasarnya akan terus berkembang mengikuti waktu yang ada. Dan selalu memiliki perubahan dalam fase fase tertentu. Seperti tumbuh kembang, cara berpikir, memandang suatu hal, dan lainnya. Setiap waktu memiliki fase tersendiri yang terus mengalami perubahan secara permanen.

            Dan dalam kasus anak, orang tua harus bisa memantau perkembangannya dengan tepat. Karena akan ada selalu perubahan yang terjadi pada sang anak. Dimana ketika di SD hanya mengenal tugas dan bermain dengan teman sebaya dan selalu menyalim tangan orang tua, beranjak ke SMP yang mulai tumbuh rasa ingin tahu yang besar akan suatu hal apa pun itu, dan pada SMA untuk mencari jati diri bahwa dia itu adalah sebagai apa kedepannya. Tentu fase yang signifikan bisa merubah beberapa hal terkhusus pada sikap moral pada si anak.

            Dan kita sebagai orang tua, harus bisa membimbing dan megarahkan kepada anak pada setiap fase perubahan mereka. Berikan pemahaman yang bisa diterima oleh mereka dan dirasa nyaman dengan mereka, sehingga mereka bisa mengikuti perubahan fase tersebut dan menghindari sesuatu yang tidak baik dari fase tersebut. Dan akhirnya sang anak tetap berada di jalur yang tepat dalam mengikuti fase tersebut, dan orang tua tetap bisa memantau perkembangan sang anak dalam setiap perubahan yang terjadi.

Jangan Hanya Cerdas di Akademik, Jadilah Cerdas di Semuanya!


            Tidak sedikit jika beberapa elemen mengatakan bahwa akademik yang terdepan, sehingga banyak penerapan di beberapa tempat pendidikan yang selalu mengutamakan kemajuan pendidikan si pelajarnya tersebut. Dan tidak terlalu memikirkan aspek yang lain, yaitu : aspek keagamaan dan aspek emosional. Padahal aspek ini juga menentukan bagaimana nantinya sang individu anak tersebut.
            Karena ketiga aspek ini selalu berhubungan dengan kemajuan sebuah individu. Sebagai contoh ketika si anak belajar memaafkan kesalahan seseoarng, maka dia harus menggunakan EQ dan SQ nya lebih dominan, karena jika masih menyangkut paut kan dengan IQ maka si anak mempunyai banyak pertimbangan yang lebih mengarah kea rah ketidak ikhlasan. Begitu juga ketika mereka belajar menghargai keberagaman budaya dan agama di lingkungan mereka. Mereka harus jeli untuk memposisikan kapan menggunakan IQ,EQ,SQ mereka dalam kesehariannya.

            Pada akhirnya jika si anak sudah mengetahui cara penggunaan tersebut maka si anak akan bisa memposisikan dirinya dimanapun dia berada, tahu apa yang harus dilakukan, dan tetap rendah hati di lingkungannya. Bisa menjadi cerdas dalam berbagai hal dan situasi, itu lebih baik dari pada hanya cerdas di satu keadaan tertentu.

Berikan Kebebasan Memilih kepada Anak


          Sudah sewajarnya jika orang tua mengingikan hal yang terbaik dalam hidup anaknya. Makanya tidak sedikit dari para orang tua sudah membuat pilihan tertentu dalam hidup kita, terutama soal pendidikan anaknya. Orang tua selalu menginginkan anaknya sukses dalam karirnya, sehingga tidak sedikit dari para orang tua mempunya mindset “pendidikan anak saya harus lebih tinggi dari saya”. Memang benar pendidkan menjadi salah satu tiang yang bisa memajukan para anak. Tapi apa jadi jika sang anak tidak menyanggupi keingin para orang tua?
            Banyak kasus anak pindah sekolah dari yang diinginkan orang tuanya. Dikarenakan sang anak tidak sanggup untuk bersaing dengan para siswa lainnya. Atau dengan lingkungan sekolah yang tidak bersahabat dengan si anak. Atau soal memilih kejurusan, banyak orang tua mungkin menginginkan anaknya menjadi seorang dokter atau menjadi insyinyur, sehingga para orang tua menyuruh anaknya mengambil kejurusan IPA. Sangat disayangkan jika sang anak rupanya memiliki passion dan cita di kejurusan IPS yang bisa saja menjadikan sang anak lebih baik, dan pada akhirnya sang anak hanya mengikuti pelajaran dengan keadaan tertekan karena tidak memahaminya dan tekanan dari orang tua.
            Memang tidak salah, tapi kembali lagi, jika itu untuk kebaikan anak kita sebaiknya sebagai orang tua, kita harus mendengarkan isi hati mereka, kemauan mereka, melihat kemampuan kita. Tugas orang tua hanya mebimbing sang anak untuk menuntut sang anak ke jalur yang mereka inginkan. Dukungan kita dari orng tua kepada sang anak akan lebih membahagiakan pilihan sang anak, dan sang anak yakin akan pilihan nya tersebut.


Pentingnya Peran Guru Membentuk Karakter Siswa


       Di era globalisasi ini, kita tidak dapat menampik bahwa ada berbagai macam budaya yang mulai masuk dan mempengaruhi kebudayaan indonesia. seperti film-film, musik, gaya bahasa, gaya berpakaian, dan sebagainya. Hal-hal tersebut bukan hanya mempengaruhi orang dewasa saja, namun juga berdampak bagi anak-anak. Terutama dari film dan musik yang biasanya dapat dengan mudah ditiru oleh anak-anak di zaman ini. Dalam hal inilah guru berperan penting untuk dapat tetap membentuk karakter siswa yang sesuai dengan budaya indonesia.

          Memang benar, kalau sejatinya keluarga lah yang berperan paling penting dan utama untuk membentuk karakter anak-anak. Namun tidak dapat kita pungkiri, aktivitas anak-anak lebih banyak dilakukan di sekolah dan guru adalah cerminan bagi anak-anak di sekolah karena guru itu digugu dan ditiru. Maka sudah seharusnya guru dapat membentuk karakter siswa di sekolah, hal itu dapat dilakukan melalui hal-hal kecil seperti guru yang bersikap lemah lembut kepada muridnya, menuturkan kata-kata yang sopan dan baik, menasihati dengan kasih tanpa membentak, dan sebagainya. Terlihat sepele mungkin, tapi dimulai dari hal-hal itu lah karakter murid dapat terbentuk. Tanpa kita sadari, kata-kata yang sering kita ucapkan dapat ditiru oleh murid kita maka dari itu penting untuk mulai belajar menjadi guru yang penuh kasih terhadap siswanya.

Tapi ini bukan berarti guru tidak dapat bersikap tegas jika siswa berbuat salah, hanya saja tutur kata dan cara perilaku guru yang harus dijaga agar tetap penuh kasih sehingga murid tidak memandang guru sebagai sosok yang galak yang kemudian akan membuat mereka bisa bersikap keras di kemudian hari.

guru juga dapat membentuk karakter murid melalui metode belajar yang digunakan. Hal ini dapat dilakukan dengan sesekali mengajak para murid menonton film yang berkaitan dengan budi pekerti di kelas sehingga murid dapat meniru hal-hal yang baik dalam film tersebut atau bisa pula guru sesekali membuat suatu permainan yang juga berkaitan dengan pembentukan karakter sehingga murid dapat mengerti karakter-karakter yang baik dan belajar menerapkan karakter-karakter yang baik tersebut.

Sekolah adalah tempat bermain dan belajar para siswa. Bermain untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dan belajar bukan hanya sekedar logika tapi juga etika dan disitulah peran besar guru sehingga dapat tercipta generasigenerasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara logika tapi juga secara etika di masa yang akan datang karena masa depan bangsa ada di tangan siswa dan karena guru itu digugu dan ditiru.

Penanaman Jiwa Kemanusiaan Terhadap Anak

source: ibudanbalita.com


          Anak-anak paling mudah untuk diajarkan berbagai hal macam didikan, mereka lebih cepat tanggap dan lebih cepat menurut untuk melakukan berbagai perintah. Salah satu faktor bahwa mereka yang lugu dan polos serta penuh dengan rasa ingin tahu, jadi apapun yang orang dewasa katakan maka mereka akan percaya saja. Hal ini perlu sangat diperhatikan dengan hati-hati dalam mendidik anak, bila salah maka akan berdampak buruk bagi anak itu sendiri ke depannya.
           
           Saat ini di zaman sekarang sangat krisis sekali tentang kepedulian terhadap sesama yang disebabkan oleh banyak faktor salah satunya tuntutan hidup yang sangat tinggi, banyak orang lebih egois untuk kepentingan pribadi mereka serta menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Hal ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan bahwa kita harus memiliki rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama karena selain itu merupakan perintah dari agamanya dan juga untuk menjaga kedamaian dan keharmonisan terhadap sesama untuk saling membantu satu sama lain.

           Saat yang tepat untuk diajarkannya jiwa kemanusiaan adalah saat masih anak-anak, mereka perlu diajarkan untuk bisa saling peduli kepada sesama, bagaimana cara untuk bisa saling tolong menolong dan hidup berdampingan antara satu dengan yang lain. Ini adalah hal yang penting untuk penanaman nilai moralnya dan untuk menumbuhkan jiwa yang berkarakter.

Pengenalan Gadget Sebagai Alat Mencari Ilmu Bagi Anak

source: mommyasia.id


        Gadget bukan suatu hal yang asing lagi bagi kehidupan manusia, karena gadget sebagai alat komunikasi yang sangat membantu setiap aktivitas dan kegiatan manusia. Gadget menjadi sumber kebutuhan manusia, siapapun mempunyai gadget baik itu anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, bahkan lanjut usia. Maupun gadget yang kualitasnya biasa saja maupun dengan kualitas super canggih, banyak sekali kegunaan gadget untuk melakukan berbagai kegiatan seperti presentasi tugas, mecari ilmu pengetahuan,, berbelanja online maupun mencari kendaraan umum online.

         Orang tua zaman sekarang sudah mulai mengenalkan gadget kepada anaknya baik itu untuk sekedar bermain games maupun mencari sumber informasi dan ilmu pengetahuan. Gadget tidak selamanya menjadi negatif untuk perkembangan anak selagi penggunaannya dibatasi dan menggunakannya pun di bawah pengawasan orang tua. Anak-anak menjadi lebih mudah dalam mencari ilmu pengetahuan yang lebih yang mungkin tidak didapatkannya di sekolah atau mungkin kurang memahami materi yang diajarkan oleh guru di sekolah.

Penanaman Cinta Negara dan Tanah Air

source: sma1banguntapan.sch.id

          Seseorang wajib bila ia mencintai negara dan tanah airnya, yang dimana orang tersebut dilahirkan dan dibesarkan di negaranya. Mencintai negara dan tanah ainya harus dilakukan sejak dini yang pertama bertanggung jawab untuk menanamkan itu adalah orang tuanya, orang tua harus mengajarkan bahwa anaknya harus bangga pada negaranya sendiri yang telah menjadi tempat dimana dia berasal dan lahir, lalu di sekolah yang mengajarkan anak-anak untuk menanamkan rasa patriotisme dan nasionalisme serta bentuk wujud yang dilakukan oleh masyarakat juga mempengaruhi.
          Anak-anak perlu ditanamkan rasa syukur untuk negara yang ia punya, dan segala yang ada di dalam negaranya baik itu dari sumber daya alam, kebudayaan, agama, dan suku yang berada di negara tersebut. Sehingga rasa anak-anak untuk mencintai negara dan tanah airnya bisa tertanam kuat dengan rasa nasionalisme dan patriotisme yang dimilikinya.